Pelayanan Prima Dinas Perpustakaan Provinsi Nusa Tenggara Timur Berbasis TI Kepada Pemustaka Yang Mengalami Cacat Fisik (Physical Disability)

Pelayanan Prima Dinas Perpustakaan Provinsi Nusa Tenggara Timur Berbasis TI Kepada Pemustaka Yang Mengalami Cacat Fisik (Physical Disability)

 

MARINI

Dinas  Perpustakaan Propinsi Nusa Tenggara Timur

Marini.buluara@yahoo.com

 

Abstrak

 

Tulisan ini merupakan kajian awal secara teori tentang model pelayanan prima berbasis teknologi informasi seperti apa yang akan dilakukan Perpustakaan khususnya Perpustakaan NTT kepada pemustaka yang mengalami gangguan cacat fisik (Physical disability) dengan merujuk berbagai pelayanan prima yang telah dilakukan oleh berbagai perusahaan atau lembaga. Konsep pelayanan prima dalam Perpustakaan adalah pelayanan terbaik yang memenuhi standar mutu yang diberikan oleh Perpustakaan kepada pemustaka secara keseluruhan untuk mengakses setiap informasi yang diperlukan oleh pemustaka dan pemustaka merasa harapan mereka terpenuhi atas pelayanan Perpustakaan. Pelayanan prima berbasis teknologi informasi oleh Perpustakaan kepada pemustaka yang mengalami gangguan cacat fisik tentunya tidak mudah karena membutukan fasilitas-fasilitas tertentu yang sesuai dengan kebutuhan mereka serta kerja esktra dari pustakawan yang berkerja di bidang pelayanan yang berhubungan langsung dengan mereka. Juga tentu tidak sulit jika kita memiliki kemauan dan kepedulian yang tinggi kepada mereka sehingga mereka mendapatkan pelayanan yang sama dalam mengakses setiap informasi yang ada di Perpustakaan yang diperlukan oleh mereka. Apalagi saat ini seluruh kegiatan pelayanan Perpustakaan memanfaatkan teknologi informasi yang dapat mempermudah dan mempercepat pelayanan Perpustakaan kepada pemustaka secara keseluruhan. Kepuasan pemustaka secara keseluruhan adalah bagian utama dan terpenting dalam pelayanan Perpustakaan. Pustakawan dan pemustaka saling membutuhkan. Tanpa pemustaka, tidak ada manfaatnya pelayanan yang diberikan oleh Perpustakaan. Juga tanpa pustakawan yang profesional, pemustaka dapat mengalami banyak kesulitan dalam memanfaatkan pelayanan Perpustakaan. 

Model pelayanan prima berbasis teknologi oleh Perpustakaan NTT kepada Pemustaka yang mengalami gangguan cacat Fisik adalah pertama Perpustakaan NTT perlu menyiapkan fasilitas-fasilitas tertentu yang dibutuhkan oleh pemustaka yang mengalami gangguan cacat fisik sesuai dengan kebutuhan mereka sehingga mereka dapat dengan mudah mengakses setiap informasi yang diperlukan. Kedua, sikap keramahan dan kesopanan pustakawan dalam memberikan pelayanan kepada mereka dapat memotivasi mereka untuk tetap datang mengakses setiap informasi yang ada di Perpustakaan. Ketiga, pustakawan yang berhubungan langsung dengan mereka harus menjemput bola artinya ketika mereka datang, pustakawan langsung menemui mereka, mengucapkan salam dan menanyakan kepada mereka apa yang bisa di bantu serta dibimbing bagaimana cara mengakses setiap informasi yang ada. Keempat, Perpustakaan NTT perlu mengadakan berbagai kegiatan lomba kepada pemustaka yang cacat fisik untuk mendorong mereka berkunjung ke Perpustakaan NTT dan membangkitkan harapan untuk mencapai cita-cita mereka. Terakhir, Perlu ada pelatihan-pelatihan kepada pustakawan tentang sikap dan pelayanan seperti apa yang perlu dilakukan kepada pemustaka yang cacat fisik. Ke depan, apabila ide ini dapat dijalankan akan membuka sebuah jalan tentang model pelayanan prima berbasis teknologi informsi yang diberikan oleh Perpustakaan Nusa Tenggara Timur kepada pemustaka yang mengalami gangguan cacat fisik dan Perpustakaan NTT sebagai pionirnya. Ini adalah sebuah ide yang ditawarkan dan masih membutukan masukan dari berbagai pihak. Download halaman artikel lengkapnya pada link dibawah ini:

drive.google.com/file/d/0B4FK5Np9ldXTalRtRzc0em40UWs/view

You are here