Gubernur Akui STAKN Bantu Pemerintah Tingkatkan Kualitas SDM

Gubernur Akui STAKN Bantu Pemerintah Tingkatkan Kualitas SDM

 

Oleh : Valeri Guru, S.Sos

(Pranata Humas Dinas Perpustakaan NTT)

 

Kupang-NTT, Web

            Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengaku, Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Kupang telah banyak membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“STAKN sebagai salah satu mitra pemerintah, bukan saja SDM yang berkualitas tetapi pada gilirannya turut serta berperan dalam kelanjutan pembangunan bangsa dan negara khususnya pembangunan di Provinsi NTT. Saya berharap kiranya mutu dan kredibilitas STAKN dapat terus dipertahankan dan ditingatkan,” tandas Gubernur dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi NTT, Ir. Frederik J.W. Tielman, M.Si pad acara Dies Natalis ke X dan Wisuda ke IX STAKN Kupang, di Restauran Timor Raya Kupang, Jumat (29/9/2017).

Gubernur berharap agar STAKN tidak membatasi diri dalam berkiprah dan terus mengambil langkah berani dalam mengelola dirinya secara disiplin, menunjukkan jati diri dengan terus berjuang mewujudkan visi, misi dan komitmennya serta bersaing dalam kerasnya persaingan pendidikan tinggi di daerah ini.

Di tempat yang sama Ketua STAKN Kupang, Dr. Harun Y. Natonis, M.Si menuturkan, ada 462 wisudawan yang terdiri atas 423 lulusan program sarjana yakni 335 orang jurusan Pendidikan Agama Kristen, 6 orang jurusan Musik Gerejawi, 24 orang jurusan Pastoral Konseling dan 38 orang jurusan Pendidikan Profesi Guru serta 38 lulusan Program Pascasarjana.

Harun Natonis berharap agar para lulusan STAKN Kupang dapat menjadi motor penggerak pelayanan di gereja, masyarakat Indonesia di bidang agama dan keagamaan. “Kami menjadi motor penggerak utuhnya kemajemukan di Provinsi NTT dan di Indonesia pada umumnya,” ucap Harun Natonis.

Pendidikan kata Harun, selalu mengajarkan sesuatu yang baik, mentaati peraturan, hidup menurut norma dan etika sosial, jujur, tidak menghakimi orang sekehendak hati, memiliki mimpi yang indah untuk masa depan dan memiliki semboyan hidup untuk memacu dalam berjuang.

“Tentu ini semua harus ditunjang dengan kurikulum yang baik, dan STAKN Kupang telah menerapkan kurikulum berbasis KKNI sesuai peraturan presiden nomor  tahun 2012. KKNI merupakan tonggak sejarah baru bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia agar menghasilkan SDM yang berkualitas dan bersaing di tingkat global,” jelas Harun.

You are here