ASN Dinas Kearsipan & Perpustakaan Kabupaten Alor Magang di Dinas Perpustakaan NTT

Untuk Tingkatkan Kualitas Diri

ASN Dinas Kearsipan & Perpustakaan Kabupaten Alor Magang di

Dinas Perpustakaan NTT

 

Oleh : Valeri Guru, S.Sos

(Pranata Humas Dinas Perpustakaan NTT)

 

Kupang-NTT, Web

            Untuk meningkatkan kualitas diri dan pemahaman tentang pengelolaan perpustakaan diperlukan wadah atau media untuk menambah ilmu pengetahuan dan ketrampilan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Karena itu, lima (5) ASN Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Alor mengikuti magang di Dinas Perpustakaan Provinsi NTT sejak Rabu (13/09/2017) sampai Jumat (15/09/2017). Kelima ASN itu antara lain, Jacob Banik, SE (Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan), Siuslaus Sare (Kepala Seksi Pengembangan Koleksi Bahan Pustaka), Amirudin Sili, S.Si (Kepala Seksi Layanan Perpustakaan), Suhaiba Hodja, A.Md (Kasubag Keuangan dan Perengkapan) dan Juliyati Mulle (Staf).

            Menurut Amirudin Sili, pihaknya berterima kasih karena diberi kesempatan untuk mengikuti magang di Dinas Perpustakaan Provinsi NTT. “Kami bersyukur bisa mengikuti magang di sini dan mengajarkan banyak hal, mulai dari pelayanan pengunjung atau pemustaka, model pelayanan yang menggunakan sistem konvensional dan yang berbasis elektronik, alih media dan preservasi juga bagaimana mengenal web site dan menulis naskah berita di web,” ucap Amirudin.

            Senada dengan Amirudin, Suhaiba Hodja menuturkan, kegiatan magang ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan serta ketrampian yang diperoleh saat magang agar bisa diterapkan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Alor. “Saya senang bisa ikut magang dan saya akan mengembangkan ilmu yang didapat ini untuk perpustakaan di Kabupaten Alor,” kata Suhaiba Hodja.

            Salah seorang instruktur yang juga Kepala Seksi Alih Media Dinas Perpustakaan Provinsi NTT, Drs. Irwan Abduracman mengatakan, UU Nomr 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan menyebutkan bahwa perpustakaan merupakan institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka. “Karena itu, merujuk pada UU tentang perpustakaan maka paradigma perpustakaan tidak lagi hanya sebagai pusat buku tetapi telah bergeser menjadi pusat akses,” jelas Irwan Abduracman didampingi Lukas Markus Dju, S.Ip, MSi yang juga Kepala Seksi Pengembangan Pembudayaan Dinas Perpustakaan Provinsi NTT.

Pranata Humas Dinas Perpustakaan Provinsi NTT, Valerius P. Guru saat membawakan materi teknik menulis berita di web menjelaskan, menulis merupakan produk dari membaca. "Jadi kalau kita bisa menulis itu karena kita rajin membaca. Dalam menulis berita standarnya adalah 5 w dan 1 h," jelas dia. 

            Para peserta magang berharap agar berbagai kegiatan yang bertujuan untuk melatih ketrampilan dan menambah pengetahuan dari para ASN di bidang perpustakaan ini perlu terus ditingkatkan di waktu mendatang. “Kita perlu kerja sama dan kolaborasi dengan terus mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi agar kita dapat mengetahui perkembangan perpustakaan baik di aras lokal, nasional maupun internasional,” tandas Amirudin Sili yang dibenarkan rekannya Siuslaus Sare.

You are here